Bagiamana Keamanan Dari Wisata Lari Lintas Alam Yang Ada di Indonesia?

Ultra yang diketahui sebagai lari lintas alam adalah wisata olahraga yang istimewa di Indonesia. Menguji fisik melewati jarak hingga ratusan kilometer, sekalian menyaksikan pemandangan eksotis disana yang begitu indah dipandang. Keselamatannya bagaimana? Saat bulan Oktober 2016 lalu, ajang ultra & trail yang adalah salah satu event sport tourism yang ngetop di Indonesia sudah siap digelar. Didalam event ini, para peserta juga akan melintasi 5 gunung dengan lintasan yang paling panjang hingga jarak 100 km jauhnya. Sri Agus Budi, selakuRace Coordinator MesaStila Peaks Challenge dalam acara jumpa pers di Balairung Soesilo Soedarman, Kamis (26/5/2016) membeberkan beberapa poin dari acara ini. Salah satunya perkara keamanan yang sering disikut oleh banyak orang. “Untuk ultra ini (diatas 40 km) penyeleksiannya sedikit ketat. Syarat utamanya, mereka musti sudah pernah menyelesaikan kategori yang ada di bawahnya lebih dulu,” ucapnya.

Agus memberi contoh, bila ingin turut kategori ultra 100 K, maka musti sudah pernah ikut yang berkategori 65 K. Kemudian jika mau turut yang sejauh 65 K, musti sudah menyelesaikan dahulu yang 42 K. Tidak bisa langsung ikut ke acara sebelum pernah ikut yang sebelumnya lalu langsung loncat ke jarak 100 K. “Kalau ngotot ingin ikut, dia musti bawa rekaman trek record dirinya mengikuti ajang lari. Itu pula nanti kita telusuri terlebih dahulu,” kata Agus. Sehabis itu sebelum lomba dimulai, pihak panitia bakal memeriksa perlengkapan seluruh pelari ultra. Jangan salah lho, tiap pelari musti membawa perlengkapan pula selama perlombaan dari seblum hingga sampai selesai.

“Peserta harus menyiapkan semua perlengkapan yang telah ada didalam standar keselamatan. Sebagian di antaranya semacam jas hujan, sarung tangan juga buff,” paparnya. Lalu di tiap check point, pun disediakan petugas media serta mobil ambulance. Amenitis P3K pun dipersiapkan di tiap titik-titik tertentu tuk para peserta. “Disamping itu, bila ada pelari yang tak bisa menyelesaikan waktu ketika menuju satu check point maka bakal kita berhentikan. Ini pun terkait terhadap kondisi fisiknya,” tutur Agus. Para pelari yang ingin ikutan ultra, sejatinya telah menyiapkan fisik dan mental dengan semaksimal mungkin untuk dirinya ikut lari di even ini. Lari ini bukanlah sembarang lari, sebab melintasi alam, daki gunung dan melintasi hutan belantara! “Selama penyelenggaraan ultra di MesaStila, saat pengalaman kami low accident. Seleksi yang kami kerjakan ketat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.